Jiwa mereka yang gugur di jalan Allah Subhana wa ta’ala bebas pergi kemana saja di surga.
QS Ali Imran 169
Bismillahi Rahmaani Rahiim
Janganlah kamu mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezki.
Shodaqollahul’aziim.
Berkata Masruq, katanya mereka bertanya kepada Abdullah tentang ayat Al Quran: “Janganlah kamu mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezki.” Ia mengatakan bahwa pernah bertanya pada Rasulullah SAW yang bersabda:
“Jiwa mereka yang gugur di jalan Allah berada di dalam burung-burung hijau yang tempat tinggalnya di sebuah tempat lampu yang tergantung pada singgasana Allah yang Maha Besar. Mereka makan buah-buahan surga dari mana saja mereka inginkan dan akan beristirahat di tempat lampu tersebut.
Suatu saat sang Rabb memperhatikan mereka dan bertanya apakah mereka memerlukan apapun. Mereka mengatakan, “Apa lagi yang kami inginkan selain apa yang telah diberikan. Kami bisa makan buah-buahan surga dari mana saja yang kami sukai.”
Rabb mereka bertanya pertanyaan yang sama tiga kali. Saat mereka sadar bahwa mereka akan terus ditanya jika tidak menjawabnya, mereka berkata, “Oh Tuhanku, kami berharap sekiranya Engkau mau mengembalikan jiwa kami ke tubuh kami sehingga kami bisa mati gugur sekali lagi.” Setelah itu barulah sang Rabb meninggalkan mereka dalam kesenangan surga.” Hadist Riwayat Muslim 1887
Salam bagimu wahai syuhada, semoga Allah memperkenankan kita bertemu dengan mereka kelak. Aamiin.
Alhamdulillah
Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendakinya menuju jalan yang lurus. Quran An Nur 46
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Thalhah bin Ubaidillah dijuluki si syahid yang hidup. Thalhah pada masa perang Uhud telah berani mengorbankan nyawanya demi melindungi Ra...
-
Bagaimanakah penerimaan Al Quran dari tiga golongan manusia sebagaimana difirmankan Allah ﷻ? Bismillahi Rahmani Rahiim ثُمَّ أَوْرَثْنَا ...
-
Salah seorang dari 70 kaum Anshar yang bersumpah setia pada Baiatul Aqabah II adalah Abdullah bin Amr bin Haram, biasa disebut juga ...
-
Al Jalil - Maha Agung وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَا لْاِ كْرَا مِ ۚ "Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang memiliki Keagunga...
-
Pada hari-hari pertama dimulainya dakwah Islam, saat hari dipenuhi penderitaan dan kesukaran, Utbah Bin Ghazwan telah memegang teguh su...
-
Menulis ulang surat Al Baqarah ayat 183-189. Pada beberapa bagian akhir ayat-ayat ini, Allah ﷻ menyampaikan beberapa harapan kepada kaum...
-
Tidak layak bagi seseorang yang mengaku dirinya mencintai Allah dan RasulNya membenci para sahabat Rasulullah Muhammad SAW. Orang-orang yan...
-
Siapakah Zaid bin Haritsah yang digelari “Pecinta Rasulullah” itu? Seorang pemimpin pasukan yang dipercaya Nabi SAW menuju perang Muktah...
-
Al Qadir- Maha Kuasa اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ "... Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. A...
-
Sudahkah kita menjaga segala ucapan kita? Baik yang kita ucapkan melalui lisan, ataupun yang kita katakan melalui tulisan? Karena, se...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar