Tiga Ciri Orang Beriman

Tiga ciri orang beriman telah difirmankan Allahﷻ , salah satunya dalam Al Quran surat Al Anfal ayat 2:  

Bismillahi Rahmani Rahiim

  إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ "

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah: (1) mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, (2) dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya (3) dan hanya kepada Rabb mereka bertawakal."




 1. Hati yang gemetar mengingat Allahﷻ.

Serupa dengan ayat di atas, Allahﷻ berfirman mengenai gemetarnya kulit dan hati orang beriman dalam surat Az Zumar 23:

 اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتٰبًا مُّتَشٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلٰى ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَنْ يَشَآءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ 

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk." 

 2. Bertambah imannya dengan Al Quran.

Ciri orang beriman yang kedua adalah bertambahnya keyakinan hati jika dibacakan Al Quran. Hal ini juga difirmankan Allah ﷻ dalam surat At Taubah ayat 124-125:

 وَإِذَا مَآ أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هٰذِهِۦٓ إِيمٰنًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ وَأَمَّا الَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلٰى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كٰفِرُونَ 

"Dan apabila diturunkan suatu surat maka di antara mereka (orang-orang munafik ada yang berkata, Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya dan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surat itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir."

 3.Bertawakal hanya pada Allahﷻ. 

Rasulullah ﷺ dalam surat At Taubah 51 diperintahkan Allah ﷻ untuk mengucapkan

 قُل لَّنْ يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلٰىنَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ 

"Katakanlah (Muhammad), Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman." 

 Shodaqollahul'adziim

Demikian tiga ciri orang beriman, semoga bisa menjadi bahan introspeksi bagi kita. Alhamdulillah

33 Macam Contoh Bentuk Sedekah


Kita semua ingin menggapai Ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Salah satu caranya adalah dengan bersedekah. Sedekah itu tidak hanya memberi uang atau makanan kepada fakir miskin,  tapi ada juga contoh bentuk-bentuknya yang lain. Seperti apa contoh-contoh sedekah? 

1. Setiap tahlil (membaca Laa ilaaha illallah) adalah sedekah dan setiap takbir (membaca Allahu akbar) adalah sedekah.

2. Setiap tasbih (membaca Subhanallah) adalah sedekah dan setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah.

3. Setiap istighfar (membaca Astaghfirullah) adalah sedekah.

4. Setiap shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah sedekah.

5. Setiap kalian memerintahkan kepada kebajikan adalah sedekah, dan setiap kalian mencegah dari kemungkaran adalah sedekah.

6. Ucapkanlah kalimat-kalimat yang baik, karena setiap kalimat yang baik adalah sedekah.

7. Senyummu kepada suami dan anak-anakmu serta saudarimu sesama kaum muslimah adalah sedekah.

8. Setiap shalat adalah sedekah untuk setiap ruas tulangmu.

9. Shalat dhuha dua rakaat itu setara dengan 360 sedekah.

10. Shaum sunnah yang berfungsi sebagai zakat bagi tubuh adalah sedekah.

11. Tahanlah diri kalian dari berbuat keburukan, karena ia adalah sedekah.

12. Bersedekahlah dengan perangai yang baik terhadap orang yang mencela dan mencacimu, maafkanlah ia, sesungguhnya Allah Ta'ala akan menerima sedekah dari orang yang bersedekah dengan perangai yang baik.

13. Singkirkanlah gangguan yang ada di tengah jalan, karena ia adalah sedekah.

14. Tebarkanlah salam kepada orang yang kalian temui, karena ia adalah sedekah.

15. Berlaku adillah terhadap dua orang yang bertikai, karena ia adalah sedekah.

16. Hidangkanlah makanan kepada para pelayan sebagaimana makanan yang kalian santap, karena ia adalah sedekah.

17. Berilah makan kepada burung, hewan tunggangan atau orang lain, karena ia merupakan sedekah.

18. Muliakanlah tamu yang lebih dari tiga hari, maka ia adalah sedekah bagimu.

19. Tunjukkanlah jalan kepada orang yang tersesat, maka ia adalah sedekah.

20. Tuntunlah orang yang buta, maka ia adalah sedekah.

21. Jelaskanlah maksud ucapan bagi orang yang sulit berbicara, maka ia adalah sedekah.

22. Berikanlah bantuan kepada orang yang sedang teraniaya, karena ia adalah sedekah bagimu.

23. Berikanlah pinjaman, maka bagimu setiap hari pahala sedekah.

24. Berikanlah tempo kepada orang yang mengalami kesulitan untuk membayar hutang, maka itu adalah sedekah bagimu.

25. Berharaplah pahala dari barang milikmu yang telah dicuri, karena ia adalah sedekah.

26. Belajarlah, ajarkanlah dan tebarkanlah ilmu dengan berbagai cara menurut kemampuan kalian, bisa lewat audio (suara), bacaan maupun tulisan di HP dll, karena ia adalah sedekah.

27. Air minum yang diberikan kepada orang yang kehausan adalah sedekah.

28. Bantulah seseorang untuk menaiki kendaraannya, maka ia adalah sedekah bagimu.

29. Bantulah seseorang untuk mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraan, maka ia adalah sedekah bagimu.

30. Didiklah anak-anak dengan pendidikan yang Islami dan mulia, maka ia pun sedekah bagimu.

31. Berharaplah disertai niat yang tulus untuk bisa bersedekah meskipun tidak punya harta, maka kalian pun akan mendapatkan pahala sedekah.

32. Ajaklah dan tunjukkanlah orang lain untuk bersedekah, maka itu adalah sedekah bagimu.

33. Perbanyaklah berbuat baik, karena setiap kebaikan adalah sedekah bagimu.

Semoga bermanfaat

Alhamdulillah 

Jangan Sampai Kekayaan atau Kemiskinan Merusak Agama

Pada keadaan mudah ataupun susah, kaya ataupun miskin,  janganlah sampai keadaan tersebut merusak agama kita. Al Quran surat Al Israa 30

Bismillahi Rahmaani Rahiim

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَآءُ وَيَقْدِرُ  ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا
"Sungguh, Rabbmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
Shodaqolllahul'adziim

Berkaitan ayat tersebut,  Imam Ibnu Katsir mengetengahkan hadist berikut:
Rasulullah ﷺ bersabda:

"إِنَّ مِنْ عِبَادِي مَنْ لَا يُصْلِحُهُ إِلَّا الْفَقْرُ، وَلَوْ أَغْنَيْتُهُ لَأَفْسَدْتُ عَلَيْهِ دِينَهُ، وَإِنَّ مِنْ عِبَادِي لَمَنْ لَا يُصْلِحُهُ إِلَّا الْغِنَى، وَلَوْ أَفْقَرْتُهُ لَأَفْسَدْتُ عَلَيْهِ دِينَهُ".

"Sesungguhnya di antara hamba-hamba-Ku benar-benar terdapat orang yang tidak layak baginya kecuali hanya miskin. Seandainya Aku jadikan dia kaya, niscaya kekayaannya itu akan merusak agamanya. Dan sesungguhnya di antara hamba-hamba-Ku benar-benar terdapat orang yang tidak pantas baginya kecuali hanya kaya. Seandainya Aku jadikan dia miskin, tentulah kemiskinan itu akan merusak agamanya."

Adakalanya kekayaan itu pada sebagian manusia merupakan suatu istidraj baginya (yakni pembinasaan secara berangsur-angsur), dan adakalanya kemiskinan itu merupakan suatu hukuman dari Allah.
Semoga Allah melindungi kita dari kedua keadaan tersebut.

Alhamdulillah

Supaya Sholat Khusyu



Khusyu bisa diartikan takut atau merendah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.    خَشَعَ bisa berarti menyerah, tunduk, atau menunjukkan penghormatan. Jadi الْخٰشِعِينَ, orang yang khusyu berarti ia tunduk, patuh, taat kepada Allah, takut kepada pembalasan-Nya, serta percaya kepada janji dan ancaman-Nya.

Cara untuk mencapai khusyu,  utamanya dalam sholat,  Allahﷻ menurunkan firman-Nya yaitu dengan meyakini bahwa suatu hari kita akan menemui-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah 45-46.

Bismillahi Rahmani Rahiim

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ  ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخٰشِعِينَ
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُّلٰقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رٰجِعُونَ

"Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat. Dan sholat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu,  yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Rabbnya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya."
Shodaqollahul'adziim

Semoga kita menjadi muslim yang selalu menegakkan sholat dan dapat berjumpa kepada-Nya dalam segala kebaikan.

Alhamdulillah

Menggapai Ridho Allah ﷻ




Menggapai ridho Allah Subhanahu wa Taala adalah tujuan akhir yang ingin dicapai setiap orang beriman.

Menulis ulang surat Al Bayyinah ayat 6-8:
Bismillaahi Rahmaani Rahiim

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ  ۚ أُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ أُولٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
جَزَآؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا  ۖ رَّضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ  ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ

'Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridho terhadap mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya."
Shodaqollahul'adziim

Dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
"Maukah aku beri tahukan kepadamu tentang sebaik-baik makhluk?”
Mereka menjawab, "Tentu saja mau, wahai Rasulullah.”
Rasulullah  ﷺ bersabda,
"Seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah, manakala terjadi serangan musuh, maka dia menunggangi kudanya (dan memacunya menghadapi musuh).
Maukah aku beri tahukan kepadamu tentang sebaik-baik makhluk?"
Mereka menjawab, "Tentu saja mau, wahai Rasulullah.”
Rasulullah  ﷺ bersabda,
"Seorang lelaki yang berada di kumpulan ternak kambingnya mendirikan salat dan menunaikan zakat.
Maukah aku ceritakan kepadamu tentang seburuk-buruk makhluk?"
Mereka menjawab, "Tentu mau."
Rasulullah  ﷺ menjawab, "Orang yang meminta kepada Allah dan Allah tidak memberinya.”
(HR Ahnad)

Yahya bin Muadz pernah ditanya oleh seseorang:  "Bagaimana caranya seorang hamba mencapai derajat ridho?"
Maka Yahya bin Muadz pun menjawab:
"Kalau seorang hamba memiliki empat prinsip kala berinteraksi dengan Rabbnya,  Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka ia mencapai derajat ridho,  yaitu (jika ia berkata) :
Pertama,  إن أعطيتني قبلت
"Jika Engkau beri,  aku terima."
Kedua,  و إن منعتني رضيت
"Tapi jika Engkau tidak beri aku ridho."
Ketiga,  و إن تركتني عبدت
"Jika Engkau tinggalkan aku,  aku tetap beribadah kepada-Mu."
Keempat,  و إن دعوتني أجبت
"Jika Engkau memanggilku aku pasti menjawab panggilan-Mu."

Semoga kita bisa mengikhlaskan segala niat dan perbuatan hanya demi mengharap Ridho Allah ﷻ.

Alhamdulillah

Allah ﷻ Tidak Mendzalimi Manusia


Tidak ada siapapun yang patut dipersalahkan lantaran adanya keburukan yang terjadi di dunia,  kecuali karena kedzaliman manusia sendiri.

Al Quran surat Yunus ayat 44
Bismillaahi Rahmaani Rahiim

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
"Sesungguhnya Allah tidak mendzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang mendzalimi dirinya sendiri."

Seorang periwayat hadist bernama Abu Idris Al-Khawlaniy akan bersungkur sujud kepada Allah ﷻ setelah meriwatkan hadist ini:

Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu'anhu, dari Nabiﷺ, Beliau meriwayatkan dari Allahﷻ sesungguhnya Allahﷻ telah berfirman:

يَا عِبَادِى إِنِّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِى أَهْدِكُمْ يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِى أُطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِى أَكْسُكُمْ يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّى فَتَضُرُّونِى وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِى فَتَنْفَعُونِى يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ يَا عِبَادِى إِنَّمَا هِىَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلاَ يَلُومَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.

Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kalian minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya.

Wahai hamba-Ku, kalian semua adalah orang yang lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka hendaklah kalian minta makan kepada-Ku, pasti Aku memberinya.

Wahai hamba-Ku, kalian semua asalnya telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka hendaklah kalian minta pakaian kepada-Ku, pasti Aku memberinya.

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa pada waktu malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan dapat membinasakan-Ku dan kalian tak akan dapat memberikan manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertakwa seperti orang yang paling bertakwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga.

Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, lalu Aku memenuhi seluruh permintaan mereka, tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana sebatang jarum yang dimasukkan ke laut.
Wahai hamba-Ku, sesungguhnya inilah amal perbuatan kalian. Aku catat semuanya untuk kalian, kemudian Kami akan membalasnya.

Maka barang siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah dan barang siapa mendapatkan selain dari itu, maka janganlah sekali-kali ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (HR.Muslim)

Alhamdulillah 

Keteguhan dan Keyakinan Hati Nabi Ibrahim



Nabi Ibrahim alaihissalam menyatakan keteguhan hatinya akan keberadaan Rabb Semesta Alam yang akan selalu melindungi dan berada di sisinya.

Bismillahi Rahmani Rahiim
"...yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,
... dan yang memberi makan dan minum kepadaku,
... dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,
... dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
... dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat." (Quran Asy-Syuara 78-82)

Tiadalah Allah Subhanahu wa Ta'ala memilih seorang hamba-Nya untuk mendirikan Ka'bah kecuali pada dirinya terdapat keteguhan hati pada eksistensi Rabb Semesta Alam. Keteguhan hati sebagai pondasi Baitullah. Demikianlah kokohnya keyakinan Nabi Ibrahim alaihissalam kepada Allahﷻ.

Sudah sepatutnya sebagai seorang beriman kita meniru keteguhan hati Beliau alaihissalam dalam segenap sisi kehidupan. Selalu yakin kepada-Nya dalam kondisi apapun yang terjadi.

Dalam Al Quran disebutkan, mereka yang mengikutinya dan Nabi Muhammad ﷺ adalah yang paling dekat dengan Ibrahim alaihissalam. Demikian pula orang beriman yang selalu menjaga keyakinan hatinya kepada Allahﷻ.

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرٰهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهٰذَا النَّبِىُّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا  ۗ وَاللَّهُ وَلِىُّ الْمُؤْمِنِينَ
"Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman."
Quran Ali 'Imran 68

Doa yang Nabi Ibrahim alaihissalam panjatkan telah terekam dan Allah kabarkan dalam Al Quran. Semoga Allahﷻ berikan jalan bagi kita untuk selalu menjaga keyakinan hati kita kepada-Nya.

Menulis ulang Quran surat Asy-Syuara 69-89:
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرٰهِيمَ
"Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim."
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا تَعْبُدُونَ
"Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, Apakah yang kamu sembah?"
قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عٰكِفِينَ
"Mereka menjawab, Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya."
قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ
"Dia (Ibrahim) berkata, Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?,"
أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ
"atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?"
قَالُوا بَلْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا كَذٰلِكَ يَفْعَلُونَ
"Mereka menjawab, Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu."
قَالَ أَفَرَءَيْتُمْ مَّا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ
"Dia (Ibrahim) berkata, Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,"
أَنْتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ
"kamu, dan nenek moyang kamu yang terdahulu?"
فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّىٓ إِلَّا رَبَّ الْعٰلَمِينَ
"sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,"
الَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ
"(yaitu) yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,"
وَالَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ
"dan yang memberi makan dan minum kepadaku"
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
"dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,"
وَالَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ
"dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),"
وَالَّذِىٓ أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِى خَطِيٓئَتِى يَوْمَ الدِّينِ
"dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat."
رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِالصّٰلِحِينَ
"(Ibrahim berdoa), Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,"
وَاجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْأَاخِرِينَ
"dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,"
وَاجْعَلْنِى مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
"dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,"
وَاغْفِرْ لِأَبِىٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ الضَّآلِّينَ
"dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,"
وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ
"dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,"
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
"(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,"
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
"kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,"
Shodaqollahul'adziim

Alhamdulillah

Cintanya Orang-orang Beriman


Siapakah yang dicintai orang-orang beriman?  Telah disebutkan dalam Al Quran. Tak ada yang menandingi cinta orang-orang beriman kepada yang Satu,  Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Menulis ulang Al Quran surat Al Baqarah 165
Bismillaahi Rahmaani Rahiim

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ  ۖ وَالَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ  ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوٓا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)."
Shodaqallahul'adziim

Dalam hadist sahihain disebut, dari Abdullah ibnu Mas'ud mengatakan:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: "أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خلَقَك"

Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?" Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam menjawab, "Bila kamu menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan kamu."

Alhamdulillah

Kisah Sepotong Roti




Alkisah, berjalanlah seorang bapak mencari rezeki buat keluarganya. Sudah beberapa hari ini anak dan istrinya kekurangan makanan. Ia pun melangkah sambil menahan rasa lapar dalam perutnya.

Mengais rezeki dengan segala keletihan, akhirnya berkat usaha kerasnya si bapak berhasil mendapatkan sepotong roti. Ia pun pulang ke rumahnya. Namun, di tengah jalan, seorang ibu yang lemah meminta-minta kepadanya. Ia meminta sesuatu untuk dimakan baginya dan anak-anaknya. Betapa berat hati si bapak memberikan roti yang ada di genggamannya. Tetapi, pada akhirnya diberikannya juga roti itu dan mengikhlaskannya.

Setelah si bapak tiba di rumah dengan tangan kosong, datanglah seorang tamu. Rupanya tamu tersebut adalah seorang pria yang dahulu kala pernah ia pinjamkan sejumlah uang. Uang yang dipinjam pria itu dibelikannya ternak. Lantas ternak itu menjadi banyak dan menghasilkan banyak keuntungan. Si bapak mendapatkan uang yang pernah dipinjamkan kepada pria itu berikut keuntungan yang sangat banyak. Maka, dalam sekejap saja si bapak menjadi kaya raya. Ia pun banyak menyumbang kemana-mana karena saking kayanya. Ia mendirikan masjid, membagi-bagi uang untuk tetangganya dan lain-lain.

Sampai suatu hari, ajal menjemput si bapak. Maka dihitunglah oleh malaikat segala amal perbuatannya. Namun sayang, segala sumbangan harta yang banyak itu dipandang tidak bernilai. Semua sedekah amal jariyah yang ia berikan saat ia kaya raya pahalanya pupus, semata karena ada riya di dalamnya. Segala nilai kebaikannya hilang. 

Tetapi, ternyata ada satu amal yang menyelamatkannya. Sepotong roti. Iya, sepotong roti yang ia sumbangkan bagi seorang ibu dan anak-anaknya yang kelaparan, padahal pada hari itu pun ia tengah kelaparan. Amal itulah yang menyelamatkan si bapak dari siksa setelah kematian.

Demikian salah satu kisah hikmah yang pernah saya dengar dibalik ayat Quran surat Ali Imran 92.

Alhamdulillah 

Musibah dan Hidayah, Kisi-Kisi Menghadapi Ujian Kehidupan



Adakalanya saat membuka Al Quran,  saya menemukan hal-hal yang menarik.  Salah satunya,  Allah Subhanahu wa Ta'ala mempersandingkan perihal musibah dengan petunjuk atau hidayah. Seperti dalam rangkaian ayat pada surat Al Baqarah 153-157 mengenai kemalangan yang menimpa seorang muslim.

الَّذِينَ إِذَآ أَصٰبَتْهُمْ مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رٰجِعُونَ
أُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ  ۖ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Quran Al Baqarah 156-157

Pada bagian lain di Al Quran juga disebutkan mengenai hubungan musibah dan petunjuk yang Allah berikan kepada orang yang beriman, yaitu pada surat At-Taghabun.

مَآ أَصَابَ مِنْ مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ  ۗ وَمَنْ يُؤْمِنۢ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ  ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Quran At. Taghabun 11

Tidak menimpa musibah bagi kita selain sebagai ujian kesabaran,  lantas dengan kesabaran itu Allah memberi hidayah atau petunjuk kepada kita.  Hidayah inilah sebenarnya anugerah terbesar yang diberikan Maha Pencipta kepada manusia yang beriman,  melebihi pemberian kekayaan dunia dan isinya. Karenanya,  kita dilarang berkecil hati saat ditimpa musibah,  karena bisa jadi dengan musibah tersebut  Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan sesuatu yang berharga pada bagian akhirnya.

Hal menarik lainnya yang saya temukan dalam Al Quran adalah,  Allah Ta'ala mempersandingkan perihal hidayah atau petunjuk ini dengan keberuntungan,  tentu saja keberuntungan di akhirat kelak.

أُولٰٓئِكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ  ۖ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Merekalah yang mendapat petunjuk dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Quran Al-Baqarah 5

أُولٰٓئِكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ  ۖ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Merekalah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Quran Luqman 5

Kalau saat akan menghadapi ujian di sekolah seorang murid adakalanya diberikan kisi-kisi ujian.  Maka dalam ujian kehidupan ini,  saya menemukan sebuah kisi-kisi untuk menghadapinya.  Kisi-kisi ujian kehidupan itu telah Allah berikan dalam Al Quran yang mulia.

Kisi-kisi itu adalah:
Musibah => Bersabar => Petunjuk/Hidayah => Beruntung/Lulus.
Insyaa Allah.

فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَآءُ وَيَهْدِى مَنْ يَشَآءُ
Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
Quran Fathir 8

Wallahu'alam.
Maha Benar Allah yang Maha Pemberi Petunjuk dengan segala firman-Nya.

Alhamdulillah


Empat Makna Keberadaan Buah Hati dalam Al Quran


Buah hati yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Taala pada kita,  bisa menjadi EMPAT hal,  yakni:

SATU, penyenang hati, qurrata a'yun.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوٰجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Dan orang-orang yang berkata, Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Quran Al-Furqan 74


DUA, perhiasan dunia, ziinatal hayaatiddunyaa.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."

Quran Al-Kahfi 46


TIGA, cobaan., fitnah.

إِنَّمَآ أَمْوٰلُكُمْ وَأَوْلٰدُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar."

Quran At-Taghabun 15


EMPAT, musuh yang nyata, 'aduwwan

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنَّ مِنْ أَزْوٰجِكُمْ وَأَوْلٰدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Quran At-Taghabun 14

Demikian penjelasan Al Quran. 
Maha Benar Allah dengan segala firman-/Nya.


Alhamdulillah

Tiga Tempat Mulia



Surat At Tin diawali dengan sumpah Allah Subhanahu wa Ta'ala atas tiga tempat yang mulia. Tempat manakah itu?

Al Quran Surat At Tin ayat 1-3
Bismillahi Rahmaani Rahiim

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ (1)
وَطُورِ سِينِينَ (2)
وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ (3)

Demi (buah) tin dan zaitun,
dan demi Bukit Sinai,
dan demi kota (Mekah) ini yang aman

Shodaqollahul'adziim

Dimanakah ketiga tempat tersebut? Ketiga tempat tersebut merupakan tempat diutusnya para nabi pembawa syariat.

SATU, buah tin dan zaitun ditafsirkan oleh para ulama sebagai tempat yang dahulunya dipenuhi dengan kedua jenis buah tersebut yaitu Baitul Maqdis. Baitul Maqdis merupakan tempat dimana Allah ﷻ mengutus Nabi Isa alaihissalam putra Maryam di kota Yerusalem.

DUA, bukit Sinai adalah sebuah bukit yang dinaiki nabi Musa alaihissalam putra Imran yaitu ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala berbicara langsung kepadanya.

TIGA, kota Mekah yang aman, masjidil haram yang padanya Kabah, kiblat kaum muslimin. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Muhammad ﷺ putra Abdullah untuk menyampaikan syariat Islam sebagai agama akhir zaman.

Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ketiga tempat tersebut juga termuat dalam kitab Taurat.
"Mereka mengatakan bahwa pada akhir kitab Taurat nama ketiga tempat ini disebutkan. Allah datang dari Bukit Sinai —yakni tempat yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa 'alaihissalam ibnu Imran—. Dan muncul di Sa'ir, nama sebuah bukit di Baitul Maqdis, yang padanya Allah mengutus Isa. Dan tampak di bukit-bukit Faran, yakni bukit-bukit Mekah yang darinya Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi Wasallam."

Tatkala Allah Subhanahu wa Ta'ala bersumpah pada sesuatu hal atau tempat, ini menunjukkan kelebihan hal atau kemuliaan tempat tersebut dibandingkan yang lainnya.

Ada baiknya juga kita memahami sampai akhir ayat dalam surat At Tin sebagai kelanjutan dari sumpah Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu tentang penciptaan manusia yang sebaik-baiknya, namun sebagian manusia masuk ke tempat yang rendah yakni neraka kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh. Manusia penuh dengan keingkaran padahal segala bukti telah Allahﷻ turunkan, sampai pada akhir ayat dalam surat ini yakni pertanyaan Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa Dia adalah hakim yang seadil-adilnya.

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ
Bukankah Allah adalah hakim yang seadil-adilnya? (Quran At Tin 8)

Maka, sebagaimana disebut sebuah riwayat dari Abu Hurairah, apabila kita membaca surat At Tin sampai akhirnya, atau ayat 8 ini, hendaklah mengucapkan:

بَلَى وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ من الشاهدين
Bala wa anaa 'alaa dzalika minnassyaahidiin
"Benar, dan aku termasuk orang-orang yang menjadi saksi atas hal tersebut.”

Wallahu'alam
Alhamdulillah

Terpelihara dari Kekiikiran




Kekikiran tak hanya sebatas pada kata pelit,  pelit dalam memberi zakat,  infaq,  sadaqah atau pemberian lainnya yang bermanfaat.  Kekikran bisa berarti juga memakan harta sesama dengan aniaya.

Al Quran surat Al Hasyr 9 dan At Thagabun 16

Bismillahi Rahmaani Rahiim
وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"...Dan barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Shodaqollahul'adziim

Abdurrahman bin Auf,  sahabat Nabi yang kaya dan dermawan pernah berdoa di baitullah, "Ya Allah, peliharalah diriku dari kekikiran diriku." Hanya itu doa yang dibacanya, tidak lebih. Lalu seorang pria bernama Abul Hayyaj Al-Asadi bertanya kepadanya, "Mengapa demikian?"
Abdurrahman bin Auf menjawab, "Jika aku dipelihara dari kekikiran diriku, berarti aku tidak akan mencuri, tidak berzina, dan tidak berbuat macam-macam dosa."

Dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: "Jauhilah perbuatan aniaya, kerena sesungguhnya perbuatan aniaya itu adalah kegelapan kelak di hari kiamat; dan takutlah kalian terhadap sifat kikir, karena sesungguhnya sifat kikir itu telah membinasakan orang-orang terdahulu sebelum kalian. Karena sifat kikir mendorong mereka untuk mengalirkan darah mereka dan menghalalkan kehormatan mereka." (HR Imam Ahmad)

Dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa ﷺ bersabda: "Hindarilah oleh kalian perbuatan aniaya, karena sesungguhnya perbuatan aniaya itu merupakan kegelapan di hari kiamat. Dan takutlah kalian terhadap perbuatan keji, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai kata-kata yang keji dan tidak pula perbuatan yang keji (kotor). Jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena sesungguhnya sifat kikir itu telah membinasakan orang-orang yang sebelum kalian. Sifat kikir mendorong mereka berbuat aniaya, maka mereka berbuat aniaya; dan mendorong mereka untuk berbuat kedurhakaan, maka mereka berbuat kedurhakaan; dan mendorong mereka untuk memutuskan silaturahmi, maka mereka memutuskan pertalian silaturahmi.'" (HR Imam Muslim)

Dari Abu Hurairah, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidak dapat terkumpul di dalam perut seorang hamba selamanya antara debu di jalan Allah dan asap neraka Jahanam. Dan tidak dapat terkumpul pula antara sifat kikir dan iman dalam hati seorang hamba selama-lamanya." (HR Imam Ahmad dan Abu Dawud)

Dari Anas ibnu Malik, dari Rasulullah ﷺ bersabda: "Telah disembuhkan dari kekikiran orang yang menunaikan zakatnya, menjamu tamunya, dan memberi derma kepada yang terkena musibah."

Riwayat-riwayat hadist untuk ayat di ayas diambil dati tafsir Ibnu Katsir.
Semoga kita terpelihara dari sifat kekikiran.

Alhamdulillah

Menjaga Ketaqwaan


Taqwa berarti menjaga diri, menjauhi apa yang dilarang oleh Allah ﷻ, tidak bermaksiat kepada-Nya.

Al Quran surat Al Hujurat 13
Bismillahi Rahmani Rahiim

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا  ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقٰىكُمْ  ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
Shodaqollahul'adziim

Umar bin Khattab pernah bertanya kepada sahabatnya Ubay bin Ka’ab, "Wahai Ubay, apa makna taqwa?"
Ubay dengan balik bertanya, "Bukankah Anda pernah melewati jalan yang penuh duri?”
“Ya, pernah,” jawab Umar.
“Apa yang Anda lakukan?” tanya Ubay lagi.
“Saya akan bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati,” jawab Umar.
“Itulah hakikat taqwa,” kata Ubay bin ka’ab.

Dari Tsauban, dari Rasulullahﷺ bersabda: “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.”
Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”
Rasulullahﷺ bersabda, “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah)

“Dari Abdullah bin Mas’ud رض الله عنه dari Nabi ﷺ beliau biasa berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa.
Artinya:



Ya Allah, aku memohon kepadaMu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan dari perbuatan buruk dan kekayaan.





(HR Muslim)




Alhamdulillah

Kisah Sahabat Rasulullah SAW 41: Umeir bim Sa'ad



Umeir bin Sa'ad adalah saudara dari Sa'id bin Amir. Sa'id bin Amir ditugaskan menjadi gubernur di Syria oleh khalifah Umar bin Khattab. Kesholehan dan akhlaq Umeir bin Sa'ad tidak kalah dengan saudaranya itu.

Ayahnya adalah Saad al Qari, ikut berperang, dan syahid di pertempuran Qadisiah. Umeir dibawa ayahnya menghadap Rasulullahﷺ untuk berbaiat dan semenjak itu impiannya adalah syahid. Ia selalu berdiri di saf pertama dan paling awal maju pada panggilan perang.

Pada suatu hari Umeir mendengar Jullas bin Shanit, salah seorang kerabatnya, sedang berbincang-bincang di rumahnya. Jullas berkata, "Seandainya laki-laki ini memang benar tentulah kita ini lebih jelek dari keledai-keledai. " Laki-laki yang dimaksudnya adalah Rasulullah ﷺ.

Kala mendengar perkataan Jullas, Umeir bin Sa'ad langsung bangkit karena geramnya.

"Demi Allah, Hai Jullas! Engkau adalah orang yang paling kucintai dan yang paling banyak berjasa bagiku dan yang paling tidak kusukai akan ditimpa sesuatu yang tidak menyenangkan. Sungguh engkau telah melontarkan sesuatu ucapan seandainya ucapan itu kusebutkan dan sumbernya daripadamu niscaya akan menyakitkan hatimu. Tetapi andainya kubiarkan saja kata-kata itu, tentulah agamaku akan binasa padahal haq agama itu lebih utama ditunaikan. Dari itu aku akan menyampaikan apa yang kudengar kepada Rasulullah! "

Tetapi Jullas tak menunjukkan penyesalannya. Maka pergilah Umeir ingin menyampaikan perihal tersebut. "Akan kusampaikan kepada Rasulullah sebelum Tuhan menurunkan wahyu yang melibatkan diriku dengan dosamu. "

Rasulullah ﷺ kemudian mendapat laporan mengenai Julias lalu mengirim orang untuk mencarinya. Julias berdalih dan menyatakan sumpah palsu. Tak lama setelah itu, Allah menurunkan firman-Nya:

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلٰمِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوٓا إِلَّآ أَنْ أَغْنٰىهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُۥ مِنْ فَضْلِهِۦ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِى الدُّنْيَا وَالْأَاخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِى الْأَرْضِ مِنْ وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ
"Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka, jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di Bumi."
(Quran At-Taubah 74)

Akibat turunnya ayat ini, Julias mengakui perbuatannya, meminta maaf dan bertobat. Ini semua adalah akibat tindakan Umeir yang tak ingin seseorang pun menghina Nabi ﷺ.

Turunnya ayat ini juga membawa kebaikan bagi Julias karena ia segera bertobat. Seraya memegang telinga Umeir, Nabi ﷺ berkata, "hai anak muda, sungguh nyaring telingamu, dan Tuhan membenarkan tindakanmu!"

Pilihan Umar bin Khattab

Khalifah Umar bin Khattab sangatlah berhati-hati dalam memilih gubernur. Beliau selalu memilih orang kepercayaan yang zuhud dan sholeh, dipercaya dan jujur. Umar bin Khattab justru lebih memilih orang yang tidak mengejar pangkat atau kedudukan, bahkan tidak berhendak menerima jabatan kecuali orang tersebut dipaksa.

Umar bin Khattab selalu mengulang-ulang pesan:
"Aku menginginkan seorang laki-laki bila ia berada dalam satu kaum, padahal ia adalah rakyat biasa tetapi menonjol seolah-olah ialah pemimpinnya. Dan bila ia berada di antara mereka sebagai pemimpinnya, ia menampakkan diri sebagai rakyat biasa. Alu menghendaki seorang gubernur yang tidak membedakan dirinya dari manusia kebanyakan dalam soal pakaian, makanan dan tempat tinggal. Ditegakkannya sholat di antara mereka, berbagi rata dengan mereka berdasarkan yang haq dan tak pernah ia menutup pintunya untuk menolak pengaduan mereka."

Atas pertimbangan ini kemudian Umar bin Khattab memilih Umeir bin Sa'ad sebagai gubernur di Homs. Umeir berusaha menolak dan melepaskan diri dari jabatan namun sia-sia karena amirul mukminin memaksanya untuk menerima. Atas petunjuk Allah dalam istikharahnya, Umeir pun memikul jabatan tersebut.

Setelah setahun menjabat, Umar bin Khattab menulis surat kepadanya untuk datang ke Madinah.

Jalan-jalan di Madinah menyaksikan seorang laki-laki yang rambutnya kusut dengan tubuh berdebu. Lelaki itu diliputi kelelahan karena telah berjalan jauh. Ia adalah Umeir.

Langkah Umeir seakan tercabut dari tanah disebabkan lamanya kepayahan dalam perjalanan dan tenaga yang habis terkuras. Pada pundak kanan ia membawa sebuah tas kulit dan sebuah piring dan pada pundak kirinya membawa kendi berisi air. Ia berjalan dengan tongkat.

Umeir bertemu Umar bin Khattab dan mengucapkan salam. Umar membalas salamnya. Hati Umar sedih mendapati keadaan Umeir seperti itu.

"Apa khabar Umeir?" tanya Umar bin Khattab.

"Keadaanku seperti yang engkau lihat sendiri, Bukankah engkau melihat alu berbadan sehat dan berdarah bersih dan dunia ditanganku yang dapat kukendalikan semauku," jawab Umeir.

"Apa yang kau bawa itu? " tanya khalifah.

"Yang ku bawa, ini adalah bungkusan untuk membawa bekal, piring tempat aku makan, kendi tempat minum dan wudhu, kemudian tongkat untuk bertelekan dan guna melawan musuh jika datang menghadang. Demi Allah dunia ini tak lain hanyalah pengikut bagi bekal kehidupanku, " jawab Umeir.

"Apakah anda datang dengan berjalan kaki?"

"Benar," jawabnya lagi.

"Apakah tak ada orang yang mau memberikan binatang kendaraannya untuk kami tunggangi?"

"Mereka tidak menawarkan dan aku tidak memintanya."

"Apa yang kau lakukan mengenai tugas yang kami berikan kepadamu?"

"Aku telah mendatangi negeri yang Anda titahkan itu. Orang-orang shaleh di antara penduduknya telah kukumpulkan. Ku angkat mereka mengurus pemungutan pajak dan kekayaan negara. Bila telah terkumpul ku pergunakan kembali pada tempatnya yang wajar untuk kepentingan mereka dan kalau ada kelebihan tentulah sudah kukirimkan ke sini."

"Kalau begitu kau tak membawa apa-apa untuk kami?"

"Tidak." Umeir menegaskan.

Umar bin Khatab kemudian berkata, "Tetapkan kembali jabatan gubernur bagi Umeir! "

Umeir berkata, "Masa yang demikian telah berlalu, aku tak hendak menjadi pegawai anda lagi, atau pegawai pejabat setelah anda."

Demikianlah sikap dan perbuatan Umeir bin Sa'ad. Pada kali yang lain khalifah Umar bin Khattab mengatakan, "Aku ingin sekali mempunyai beberapa orang laki-laki yang seperti Umeir akan jadi pembantuku untuk melayani kaum muslimin."

Sikap wara, membuat Umeir tak gentar akan godaan jabatan dan harta. Pada sebuah mimbar, Umeir pernah berorasi:

"Ketahuilah bahwa sesungguhnya Islam mempunyai dinding teguh dan pintu yanh kukuh. Dinding Islam itu adalah keadilan, sedang pintunya ialah kebenaran. Maka apabila dinding itu telah dirobohkan dan pintunya didobrak orang, Islam pun akan dapat dikalahkan. Islam akan senantiasa kuat selama pemerintahannya kuat. Kekuatan pemerintahan tidak terletak dalam angkatan perang atau keperkasaan angkatan kepolisian, tetapi dalam realita pelaksana, melaksanakan segala ketentuan dengan jujur dan benar disertai menegakkan keadilan."

Salam untukmu Umeir bin Sa'ad. Semoga Ridho Allah atasmu.

Alhamdulillah
Kisah sahabat lainnya:
Kisah Sahabat Rasulullah SAW

Kisah Taubatnya Sang Pencuri Kain Kafan