Berjalan dengan Wajah



Orang-orang yang tidak diberikan hidayah oleh Allahﷻ adalah mereka yang seringkali menolak kebenaran.  Pada hari kiamat kelak,  mereka akan berjalan dengan wajah dikarenakan mereka tak mau mengikuti kebenaran itu.
#Quran surat Al Mulk ayat 22
Bismillahi Rahmaani Rahiim
أَفَمَنْ يَمْشِى مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهِۦٓ أَهْدٰىٓ أَمَّنْ يَمْشِى سَوِيًّا عَلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Maka apakah orang yang berjalan dengan wajah terjungkal itu lebih mendapatkan petunjuk daripada orang mukmin yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus?
Shodaqollahul'adiim
Anas Ibnu Malik menceritakan bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah ada orang-orang yang digiring dengan muka di bawah?" Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menjawab: "Rabb yang membuat mereka dapat berjalan dengan kaki mereka mampu membuat mereka berjalan dengan muka di bawah." (Riwayat Imam Ahmad dalam kitab Sahihain)
Semoga hidayah Allahﷻ selalu dilimpahkan kepada kita.
Alhamdulillah

Penegak Keadilan


Suatu ketika Rasulullah ﷺ memerintahkan Abdullah Ibnu Rawahah untuk pergi ke Khaibar guna menaksir kurma yang dipanen disana.  Perhitungan ini akan digunakan untuk menetapkan jizyah dari masyarakat beretnis Yahudi tersebut.

Saat menaksir jizyah buah kurma,  datanglah sekelompok bani Khaibar membawa sejumlah emas yang mereka kumpulkan. Mereka hendak menyuap Abdullah Ibnu Rawahah dengan emas itu sehingga jizyah yang ditetapkan bisa dikurangi.

Hal tersebut tentu saja ditolak mentah-mentah oleh sahabat Rasulullah ﷺ yang juga seorang pejuang perang tersebut.  Abdullah Ibnu Rawahah yang jago bersyair itu kemudian berkata kepada mereka yang hendak menyuapnya secara tegas:

"Demi Allah, sesungguhnya aku datang kepada kalian dari makhluk yang paling aku cintai, dan sesungguhnya kalian ini lebih aku benci daripada kera dan babi yang sederajat dengan kalian. Bukan karena cintaku kepadanya, atau benciku terhadap kalian, lalu aku tidak berlaku adil terhadap kalian."

Demikianlah salah satu kisah hikmah dari seorang Abdullah Ibnu Rawahah,  sahabat Rasulullah ﷺ yang syahid di perang Muntah, sebagaimana hikmah yang bisa diambil dari Al Quran surat Annisa 135. Allahu'alam.

Bismillahi Rahmaani Rahiim

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوّٰمِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلٰىٓ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوٰلِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ  ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلٰى بِهِمَا  ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰىٓ أَنْ تَعْدِلُوا  ۚ وَإِنْ تَلْوُۥٓا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan."
Shodaqollahul'adzim

Alhamdulillah

Permohonan Rasulullah ﷺ untuk Umatnya



Lebih dari 1400 tahun yang lalu,  Rasulullah ﷺ mengulang-ulang sebuah ayat dan memohon kepada Allah dengan penuh cinta untuk pengampunan umatnya,  kaum muslimin seperti kita yang hidup saat ini.

Al Quran surat Al Maidah 118
Bismillahi Rahmani Rahiim

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 118)

Rasulullah ﷺ menengadahkan tangan dan menangis meminta kepada Allah Ta'ala  pengampunan atas umat Islam setelah berulang-ulang membacanya.

Dalam sebuah riwayat,  Abu Dzar mengatakan bahwa ia melihat Nabi ﷺ berdiri sholat dan membaca sebuah ayat berulang sampai menjelang subuh.  Ayat itu adalah: "Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (Quran 5:118).

Dari Abdullah bin Amr mengatakan, 
Nabi ﷺ membaca ayat Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung yaitu doa nabi Ibrahim: "Ya Rabb berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barang siapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.' (Quran 14:36)
Dan ayat permohonan Nabi Isa: 'Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.' (Quran 5:118)
Lalu Nabi ﷺ mengangkat tangan dan berkata,  "Ya Allah,  umatku umatku",  lalu menangis.
Allah Yang Maha Mulia berfirman,  "Wahai Jibril,  pergilah ke Muhammad dan tanyakan -dan Rabbmu lebih mengetahui- apa yang membuatnya menangis."
Lalu Jibril mendatangi dan bertanya apa yang menyebabkannya menangis dan Beliau ﷺ menjelaskan.  Lalu Allah berfirman  "Wahai Jibril pergilah ke Muhammad -dan Rabbmu lebih mengetahui- dan katakan,  "Sesungguhnya,  Kami akan membuatmu rela dengan nasib umatmu dan Kami tak pernah membuatmu sedih." (HR Muslim)

Shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.

Alhamdulillah

Asmaul Husna: Al Hafiz



Al Hafiz - Maha Pemelihara


إن ربى على كل شىء حفيظ
'Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara Segala Sesuatu. "
Quran Hud 57

إن الله يمسك السموت والأرض أن تزولا ولئن زالتآ إن أمسكهما من أحد من بعده إنه كان حليما غفورا
" Sungguh, Allah Yang Menahan langit Dan bumi agar TIDAK lenyap; dan jika kelelahan akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. "
Quran Fatir 41

Allah ﷻ menjaga Al quran sehingga tak berubah isinya di kitab suci sebelumnya. " Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya. "
Quran Al Maidah 48

Manusia bisa melupakan apa yang telah diperbuat di masa lampau. Namun, Allah mencatat perbuatan perbuatan manusia. "Dia (Musa) menjawab, Pengetahuan tentang itu ada pada Rabbku, di dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuz), Rabbku tidak akan salah atau lupa;" Quran Ta-Ha 52

وما من دآبة فى الأرض ولا طئر يطير بجناحيه إلآ أمم أمثالكم ما فرطنا فى الكتب من شىء ثم إلى ربهم يحشرون "Dan TIDAK ADA Seekor Binatang pun Yang ADA di Bumi dan burung-burung Yang terbang DENGAN kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Rabb mereka dikumpulkan. " Quran Al-An '

قَالَ عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّى فِى كِتٰبٍ ۖ لَّا يَضِلُّ رَبِّى وَلَا يَنْسَى Tidak hanya manusia, tapi semua makhluk dipelihara dengan seksama oleh Allah ﷻ.

Seorang yang percaya akan keyakinan bahwa Allah akan menjaga segala urusannya. "Dia (Ya'qub) berkata, Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu? Maka antara Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di para penyayang." Quran Yusuf 64

قال هل ءامنكم عليه إلا كمآ أمنتكم على



عن أبي العباس عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: كنت خلف النبي صلى الله عليه وسلم يوما, فقال «يا غلام! ُنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَالالا ألول فلَالا فل فلل وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِاجْتَمَعَتْ عَلىَ أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ ، وَ إِنِ اجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْيْءٍ بِش لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ ». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيِحٌ. وَفِي رِوَايَةٍ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ: «اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرخاف فيع فيع في فيع في وَاعْلَمْ أَنَّ مَاأَخْطَأَكَ ؛ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ ، وَمَا أَصَابَكَ ؛ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَاعْلمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَاعَ الكَرْبس وَأن الكَرْبس وَأنَ الكرْب وَأنَ الكرْب و

Dari Abul 'Abbas' Abdullah bin 'Abbâs Radhiyallahu'anhuma, ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, 'Wahai anak muda, aku akan mengajarkan beberapa kalimat:' Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta-minta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Malah, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. '”(HR. At-Tirmidzi)

Berlindung kepada Allah ﷻ dengan memperbanyak ibadah kepada-Nya. 

Alhamdulillah 




Alhamdulillah

Menahan Syahwat


Bila mendengar kata menahan syahwat, bisa jadi yang terbayang adalah menahan keinginan kepada lawan jenis.  Padahal jenis syahwat yang perlu kita tahan dari keinginan kepadanya bermacam-macam bentuknya.

Syahwat,  الشَّهَوٰتِ, lebih diterjemahkan sebagai sesuatu yang diinginkan,  disebut dalam Al Quran dalam surat Ali Imran ayat 14. Keinginan tersebut meliputi perempuan,  anak-anak,  harta benda,  bisa emas perak,  kuda,  ternak atau sawah ladang. Jadi menahan syahwat tidak sekadar menahan keinginan kepada lawan jenis saja,  tapi juga menahan keinginan untuk memiliki secara berlebihan kepada hal-hal yang disebutkan tadi.


Berkaitan dengan shaum Ramadhan,  ada lima hal yang mengurangi nilai puasa yaitu (1) dusta,  (2) ghibah,  (3) adu domba,  (4) kesaksian palsu dan (5) melihat dengan pandangan syahwat.
Hal yang kelima,  melihat dengan pandangan penuh syahwat adalah yang paling berkaitan dengan Al Quran Ali Imran ayat 14. Semoga kita bisa menjaga diri kita saat sedang shaum sehingga tidak mengurangi nilai pahala puasa kita.

Menulis ulang surat Ali Imran 14-18
Bismillahi Rahmani Rahiim

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنٰطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعٰمِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتٰعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُۥ حُسْنُ الْمَئَابِ
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik." (14)

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِّنْ ذٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتٌ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا وَأَزْوٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوٰنٌ مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌۢ بِالْعِبَادِ
"Katakanlah, Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Rabb mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya." (15)

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, Ya Rabb kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka." (16)

الصّٰبِرِينَ وَالصّٰدِقِينَ وَالْقٰنِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
"(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar." (17)

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلٰٓئِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِالْقِسْطِ ۚ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Allah menyatakan bahwa tidak ada Rabb selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada Rabb selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (18)
Shodaqollahul'adiim

Alhamdulillah

Jangan Berdoa Keburukan


Seorang muslim dilarang berdoa keburukan, terutama untuk diri, keluarga atau orang terdekatnya.

Al Quran Al Israa ayat 11
Bismillahi Rahmaani Rahiim

وَيَدْعُ الْإِنْسٰنُ بِالشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسٰنُ عَجُولًا
"Dan manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa."
Shodaqollahul'adziim

Dari Jabir bin 'Abdullah memgatakan Rasulullah ﷺ bersabda:

"‏ لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى خَدَمِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لاَ تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَاعَةَ نَيْلٍ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ ‏"
Janganlah kalian mendoakan keburukan kepada dirimu sendiri, kepada anak-anakmu, kepada pelayanmu, kepada rumah harta bendamu, sehingga doamu terkabul karena terjadi saat waktu diijabahnya doa." (HR Sunan Abu Dawud)

Alhamdulillah

Asmaul Husna: Al Syakur


Al Syakur - Maha Mensyukuri

 إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
QS. Asy-Syura 23

Allahﷻ Maha Mesyukuri hamba-Nya,  memberi penghargaan atas kepatuhan berupa hadiah kebaikan, sebagian di dunia dan paling baik di alam baka.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتٰبَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجٰرَةً لَّنْ تَبُورَ
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌ شَكُورٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
QS. Fatir  29-30

‎Maka Rasulullah ﷺ selalu mengingatkan seorang muslim yang percaya  akan nikmat akhirat ini untuk selalu berbuat kebaikan,  walau hanya sekadar menyunggingkan sebuah senyuman. Rasulullah ﷺ bersabda:

‎لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْق

‎“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu ‎terhadap saudaramu.” (HR. Muslim)

Berbuat baik juga adalah cara manusia untuk bersyukur kepada-Nya dan Allahﷻ yang Maha Mensyukuri akan menambahkan lagi nikmatnya.

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلٰلًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
QS. An-Nahl 114

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
QS. Ibrahim 7

Sebagai rasa syukur Allahﷻ kepada ketaatan manusia,  Allahﷻ akan memberi imbalan berupa kebahagiaan abadi.

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ أُولٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
جَزَآؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ
"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya
QS. Al-Bayyinah 7-8

Berterimakasih kepada manusia lain adalah salah satu bentuk berterimakasih kepada Allah. 

Alhamdulillah

Tragedi Bir Ma'unah




Sebuah peristiwa yang memilukan pernah terjadi di jaman Rasulullah ﷺ saat sebanyak 70 orang penghafal Qur'an atau Qurro yang diutus untuk menyebarkan Islam dibunuh dalam peristiwa Bir Ma'unah .

Peristiwa  Bir Nau'mah diawali dengan kedatangan Abu Barra dari kaum Bani Amir yang meminta Rasulullah ﷺ untuk mengirimkan utusan guna mengajari Islam.  Rasulullahﷺ semula ragu akan keselamatan kaumnya jika dikirim untuk menyebarkan Islam disana. Namun,  Abu Barra memberikan jaminannya.

Maka berangkatlah 70 orang pilihan. Mereka adalah para qurro,  penghafal Al Quran kala itu.  Sesampai di sebuah gua di atas tempat air bernama Bir Ma'unah,  seorang dari mereka yang bernama Abu Mulhan Al-Ansari atau Harom bin Mulham untuk mendatang pemimpin  penduduk negeri bernama Amir ibnu Tufail Al-Ja’fari dengan membawa surat dari Rasulullah sarta menyampaikan risalahnya.

Kepada pemimpin dan penduduk Bir Ma'unah ia berkata,  "Hai penduduk Bir Ma'unah, sesungguhnya aku adalah utusan Rasulullah kepada kalian. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Karena itu, berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya!"

Tiba-tiba keluarlah seseorang penduduk Bir Ma'unah melemparkan tombaknya dan tepat mengenai dada  Abu Mulham. Mendapati dirinya ditikam tombak ia berkata,  "Allahu Akbar, Demi Robb Ka’bah, aku telah beruntung.” Abu Mulham gugur sebagai syuhada.

Tidak sampai disitu,  mereka kemudian mengepung dan menyerang para sahabat lainnya. Para penghafal Quran yang terdidik itu berusaha melawan tapi tidak berhasil sehingga dari 70 orang  hanya satu yang dibiarkan hidup dan ditawan yaitu Amr bin Umayah.

Amr bin Umayah kemudian dibebaskan karena berasal dari bani Mudhar dan dibela oleh seorang budak wanita. Amr bin Unayah yang kemudian menceritakan peristiwa pembunuhan para sahabat penghafal Quran ini kepada Rasulullahﷺ. Selama 30 hari karena peristiwa Bir Ma'unah ini Rasulullahﷺ membaca qunut Nazilah pada sholatnya.

Allahﷻ kemudian menurunkan ayat Ali Imran 169 sebagai berita gembira bagi orang yang masih hidup di dunia bahwa saudara dan sahabat muslim yang gugur sebagai syuhada mendapatkan kesenangan di surga. Para syuhada ini tidak dikhususkan mereka  yang ada dalam tragedi Bir Ma'unah, tapi juga yang gugur dalam membela agama Allah Islam sejak disiarkan kembali oleh Rasulullahﷺ, gugur tatkala perang Uhud, sampai di akhir jaman.

Bismillahi Rahmani Rahiim
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Rabbnya mendapat rezeki,"
Shodaqollahul'adziim


Allahu'alam.
Alhamdulillah

Asmaul Husna: Al Akhir


Al Akhir - Yang Terakhir


هُوَ الْأَوَّلُ وَالْأَاخِرُ وَالظّٰهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
Quran Al-Hadid 3

Menjadi Yang Pertama dan Yang Terakhir menunjukkan bahwa waktu hanyalah sebuah fenomena yang diciptakan Allahﷻ. Yang Terakhir adalah Yang Abadi yang akan tetap bereksistensi setelah alam semesta lenyap.

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ
وَخَسَفَ الْقَمَرُ
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
يَقُولُ الْإِنْسٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ
كَلَّا لَا وَزَرَ
إِلٰى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ
"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
dan bulan pun telah hilang cahayanya,
lalu matahari dan bulan dikumpulkan,
pada hari itu manusia berkata, Ke mana tempat lari?
Tidak! Tidak ada tempat berlindung!
Hanya kepada Rabbmu tempat kembali pada hari itu."
Quran Al Qiyamah 7-12

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ اْلأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةَ وَاْلإِنْجِيْلَ وَالْفُرْقَانَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
“Ya Allah Rabb sekalian langit dan bumi dan Rabb ‘Arsy yang agung Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur`an, Aku berlindung dari kejahatan segala sesuatu yang Engkaulah yang menguasai ubun-ubunnya. Ya Allah engkaulah Al-Awwal yang tiada sesuatu sebelum-Mu, dan engkaulah Al-Akhir yang tiada sesuatu setelah-Mu, Engkaulah Yang Zhahir Yang tiada sesuatu di atas-Mu dan engkau Al-Bathin, tiada yang lebih dekat dari-Mu sesuatupun, lunasilah hutang kami dan cukupilah kami dari kefakiran.” Dan Abu Shalih meriwayatkan ini dari Abu Hurairah. (HR Muslim)

Kehidupan yang paling indah adalah menikmati kebaikan kehidupan akhirat yang abadi

Alhamdulillah

Asmaul Husna: Al Awal



Al Awal - Yang Pertama

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْأَاخِرُ وَالظّٰهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
Quran Al-Hadid 3

Allahﷻ adalah makhluk yang keberadaan-Nya tanpa permulaan karena kalau ada permulaan bagi-Nya pasti itulah yang membuat-Nya.  Sedangkan Allah tidak dibuat oleh yang lain.

Apa yang kita pahami dengan istilah "sebelum" dan "sesudah" hanyalah dalam pemahaman di kalangan manusia.  Manusia hidup dalam kurun waktu yang telah diatur oleh Allahﷻ sehingga berpikir akan sesuatu yang awal dan akhir. Namun,  Allahﷻ tidak diatur oleh waktu.

 وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ
"...Dan sesungguhnya sehari di sisi Rabbmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu."
Quran Al-Hajj 47

تَعْرُجُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
"Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun."
Quran Al-Ma'arij 4

Akal manusia memiliki batasan yang tak bisa menembus seluruh keberadaan Sang Pencipta.  Manusia tak bisa sombong dengan berkata akan pemikirannya mengenai hal yang diluar jangkauan.

Rasulullah ﷺ bersabda:
لَنْ يَبْرَحَ النَّاسُ يَتَسَاءَلُونَ حَتَّى يَقُولُوا هَذَا اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَىْءٍ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ ‏"‏‏
"Manusia tidak akan berhenti bertanya sampai mereka berkata 'Allah adalah Pencipta segala sesuatu, lalu siapa yang menciptakan Allah?'"
HR Bukhari

Demikianlah Allahﷻ sudah ada saat yang lain belum ada,  begitu pula tetap ada saat semua telah tiada.

Dari Abu Hurairah,  saat hendak tidur Rasulullah ﷺ mengucapkan:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ اْلأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةَ وَاْلإِنْجِيْلَ وَالْفُرْقَانَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
“Ya Allah Rabb sekalian langit dan bumi dan Rabb ‘Arsy yang agung Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur`an, Aku berlindung dari kejahatan segala sesuatu yang Engkaulah yang menguasai ubun-ubunnya. Ya Allah engkaulah Al-Awwal yang tiada sesuatu sebelum-Mu, dan engkaulah Al-Akhir yang tiada sesuatu setelah-Mu, Engkaulah Yang Zhahir Yang tiada sesuatu di atas-Mu dan engkau Al-Bathin, tiada yang lebih dekat dari-Mu sesuatupun, lunasilah hutang kami dan cukupilah kami dari kefakiran.” (HR.Muslim)

Menyadari untuk apa kita diciptakan menguatkan kita dalam beribadah kepada Allahﷻ.

Alhamdulillah

Ayat-ayat Menghadapi Para Teroris Anti Islam



Orang-orang yang ia tembaki itu...

بِأَىِّ ذَنۢبٍ قُتِلَتْ
"karena dosa apa dia dibunuh?" (Quran 81:9)

Tidakkah ia sanggup berpikir?

 أَنَّهُۥ مَنْ قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ

"... bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia... "
(QS. 5:32)

Buatnya yang melepaskan peluru!

أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرٰى
كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِ
نَاصِيَةٍ كٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?"
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka)
yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.' (QS 96:14-16)

Semua kejahatan akan dibalas!

أَيَحْسَبُ الْإِنْسٰنُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى
"Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?"
(QS 75:36)

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصٰرُ
"Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,"
(QS 14:42)

Karena yang ia sangka telah mati sesungguhnya tetaplah hidup!

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Rabbnya mendapat rezeki," (QS 3:169)

Teruntuk diri iniini sendiri ...

 فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِى
"Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku"
(Qs 2:150,  3:175,  5:3)

فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ
"Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku."
(Qs 5: 44)

 إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رٰجِعُونَ
"...sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. "
(QS. 2: 156)

Alhamdulillah

Sahabat Al A'raf




Kisah penduduk Al A'raf adalah kisah mereka yang terdapat dalam Al Quran surat Al A'raf sesuai dengan namanya. Al A'raf ditafsirkan sebagai tembok yang tinggi, pembatas antara surga dan neraka yang terdapat pintu. Ada juga yang menafsirkannya sebagai tebing yang tinggi.

Kisah sahabat Al Araf difirmankan Allah dalam surat ini. Pada hari akhir nanti, penduduk neraka dan penduduk surga telah masuk ke tempat akhir masing-masing. Penduduk neraka memanggil penduduk surga dan meminta dikasihani berupa air dan rahmat Allah lainnya. Namun, hal tersebut tidaklah mungkin terjadi, sampai akhirnya sebuah hijab atau pembatas, atau tembok yang tinggi tadi, ditutupkan antara penduduk neraka dan surga. Tinggallah penduduk atau sahabat Al A'raf yang berada di antara keduanya.

Penduduk Al Araf ditafsirkan sebagai orang-orang yang sama berat timbangan amal dan kebaikannya. Juga ditafsirkan sebagai mereka yang beramal baik namun terhalang oleh keadaan tertentu sehingga tak bisa memasuki surga.

Sahabat al Araf ditafsirkan sebagai suatu kaum yang berangkat (berperang di jalan Allah) dalam keadaan durhaka karena tanpa seizin orang tua-orang tua mereka, lalu mereka gugur di jalan Allah.Maka mereka tidak dapat masuk surga karena telah durhaka terhadap orang tua-orang tua mereka, dan mereka tidak dapat masuk neraka karena mereka telah gugur dalam membela jalan Allah.

Ulama tafsir berbeda-beda dalam menafsirkan siapa sahabat Al Araf ini. Tetapi semua pendapat saling berdekatan pengertiannya yang bermuara kepada suatu pendapat, yaitu mereka adalah kaum-kaum yang amal kebaikan dan amal keburukannya sama.

Sahabat Al Araf yang dalam firman Allah disebutkan dapat dikenali dari tanda-tandanya, adalah mereka yang paling akhir mendapat keputusan dari Allah. Mereka begitu takut melihat neraka dan begitu cemas mengharap surga. Mereka berdoa agar tidak disatukan dengan kaum zalim dan Allah mengabulkan doa mereka, merahmati dan memasukkan ke dalam surga.


Menulis ulang Al Quran surat Al A'raf ayat 44-51

Bismillahi Rahmani Rahiim

وَنَادٰىٓ أَصْحٰبُ الْجَنَّةِ أَصْحٰبَ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدتُّمْ مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ أَنْ لَّعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظّٰلِمِينَ

"Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar? Mereka menjawab, Benar. Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, Laknat Allah bagi orang-orang zalim," (44)

الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْأَاخِرَةِ كٰفِرُونَ

"(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat."(45)

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمٰىهُمْ ۚ وَنَادَوْا أَصْحٰبَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada tabir dan di atas A'raf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal, masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga, Salamun 'alaikum (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera (masuk)."( 46)

وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحٰبِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِينَ

"Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu." (47)


وَنَادٰىٓ أَصْحٰبُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمٰىهُمْ قَالُوا مَآ أَغْنٰى عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ

"Dan orang-orang di atas A'raf (tempat yang tertinggi) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tandanya sambil berkata, Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan, (ternyata) tidak ada manfaatnya buat kamu." (48)

أَهٰٓؤُلَآءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ

"Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah, bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah? (Allah berfirman), Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu tidak pula akan bersedih hati."(49)

وَنَادٰىٓ أَصْحٰبُ النَّارِ أَصْحٰبَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوٓا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكٰفِرِينَ

"Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu. Mereka menjawab, Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir,"(50)

الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنْسٰىهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَآءَ يَوْمِهِمْ هٰذَا وَمَا كَانُوا بِئَايٰتِنَا يَجْحَدُونَ

"(yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka, pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami."(51)

Shodaqollahul'adziim

Alhamdulillah

Asmaul Husna: Al Azim




Al Azim - Maha Agung

لَهُۥ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ
"Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Maha Agung, Maha Besar."
Quran Asy-Syura 4

Allahﷻ yang Maha Agung,  yang Maha Besar, terlalu besar untuk dipahami oleh pikiran manusia.  Dia tak terhingga lebih besarnya dari ciptaan-Nya.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar."
Quran Al-Waqi'ah 74

Kita membesarkan nama Allahﷻ dengan berulang kali memuliakan nama-Nya,  "Subhana Rabbiyal Adzim".  Maha Suci Rabb yang Maha Agung.

Kebesaran-Nya melebihi langit dan bumi beserta isinya.

 وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ
Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar."
Quran Al-Baqarah 255

Namun,  kebesaran Allahﷻ bisa dipujikan oleh lidah dengan keringanan.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah  ﷺ berkata kepadaku,
ألاَ أُخْبِرُكَ بِأَحَبِّ الكَلاَمِ إِلَى اللهِ ؟ إنَّ أَحَبَّ الكَلاَمِ إِلَى اللهِ : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

‘Maukah aku beritahukan kepadamu perkataan yang paling dicintai oleh Allah? Sesungguhnya perkataan yang paling dicintai oleh Allah adalah, ‘SUBHANALLAH WA BIHAMDIH’ (Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya).” (HR. Muslim)

Saat dalam kesukaran,  Rasulullah ﷺ membaca:

 "‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ‏"‏‏.‏
Tiada Tuhan selain Allah,  Yang Maha Pemurah,  tiada Tuhan selain Allah,  Tuhan langit dan bumi,  Tuhan Pemilik Arsy Yang Agung." ( HR Bukhari)

Perbuatan paling luhur adalah memuliakan Allahﷻ

Alhamdulillah

Asmaul Husna: Al Batin




Al Batin - Maha Tersembunyi

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْأَاخِرُ وَالظّٰهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 3)
Allahﷻ adalah yang tetap ada,  diri dan realita-Nya sama sekali tidak diketahui oleh kita.  Pengetahuan manusia mengenai Allahﷻ adalah bahwa Allahﷻ tidak bisa digambarkan.
Sesuatu yang tak tampak bagi manusia adalah sebuah pertanda jua akan ada-Nya Dia.
عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهِۦٓ أَحَدًا
"Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu."
(QS. Al-Jinn 72: Ayat 26)
Allahﷻ adalah aspek dari semua zat.  Melampaui ruang dan tempat,  rupa dan realita,  yang  ada pada awal dan pada yang akhir,  melampaui waktu. Demikian pula keberkahan dari-nya,  turun secara lahir maupun batin.
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُۥ ظٰهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجٰدِلُ فِى اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتٰبٍ مُّنِيرٍ
"Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan."
(QS. Luqman 31: Ayat 20)
Pengetahuan manusia di dunia bisa saja mendalami yang lahir dan batin.  Sayang,  adakalanya pengetahuan itu tidak digunakan untuk mempersiapkan hari akhir.
يَعْلَمُونَ ظٰهِرًا مِّنَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْأَاخِرَةِ هُمْ غٰفِلُونَ
"Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 7)
Keikhlasan adalah salah satu kunci sukses amal sholeh
Alhamdulillah

Asmaul Husna: A-z Zahir




Az Zahir-Maha Nampak
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْأَاخِرُ وَالظّٰهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 3)
Allahﷻ Yang Maha Terang,  Maha Nyata.  Allahﷻ nembuat dirinya nampak jelas,  terang atau nyata,  tidak kasat mata. Allahﷻ menampakkan kenyataan diri-Nya,  keberadaan-Nya di alam Raya.  Semua menunjukkan betapa keberadaan-Nya sungguh Maha Kuasa. bahkan pada penciptaan manusia sendiri terdapat keberadaan-Nya.
سَنُرِيهِمْ ءَايٰتِنَا فِى الْأَافَاقِ وَفِىٓ أَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"
(QS. Fussilat 41: Ayat 53)
Keberadaan Allahﷻ itu demikian jelasnya sehingga sangat mudah saja dirasakan oleh mereka yang memiliki jiwa yang bersih.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِى فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 30)
Az Zahir bisa juga Allahﷻ sebagai Sang Pemenang atau Yang Mengunggulkan.
هُوَ الَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِالْهُدٰى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 33)
Moralitas mendasarkan dirinya dengan terang atas kepercayaan kepada Allahﷻ.
Alhamdulillah

Kisah Taubatnya Sang Pencuri Kain Kafan